Kernet Niat Gak Baek, Eh Dibonyokin Oleh Massa. Bonyok Deh Tuh Muka

Bukannya melayani penumpang dengan baik karena telah naik bis kotanya, Rasyid (26) seorang kernet bus kota jurusan Plaju-Km12 diduga mencuri handphone milik Akbar (14) pelajar kelas tiga sekolah menengah pertama (SMP) yang naik bus kotanya.

Namun nahas, aksi tersebut diketahui sehingga ia harus babak belur diamuk massa yang kesal ketika berada di Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung Palembang, Minggu (13/8/2017).

Ditemui di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Akbar menceritakan kejadiannya berawal saat ia hendak pulang ke rumah dengan menumpang bus kota yang dikerneti terduga.

Ketika hendak turun di seputaran tempat kejadian perkara (TKP), Akbar dihalang-halangi oleh Rasyid sembari mengarahkan tangannya ke arah jaket korban tanpa curiga ia pun pulang ke rumah.

Barulah setiba di rumah, ia sadar ponsel miliknya yang berada di dalam saku jaket sudah raib.
Mengetahui kejadian tersebut Akbar menceritakan kepada kakaknya, Dodi Mawardi yang bekerja di bengkel tak jauh dari lokasi.

“Waktu turun saya sempat dihalang-halangi dan tangannya ke arah jaket saya. Sebab belum turun tadi masih ada di dalam saku jaket,” beber dia ditemui si SPKT Polresta Palembang.

Dengan rasa kesal kemudian korban bersama kakaknya menunggu bus kota yang ditumpangi tersebut. Tak lama berselang, buskota tersebut melintas dan Rasyid pun ditangkap oleh kakaknya dengan dipaksa turun.

“Dia dipaksa turun, karena tidak mau akhirnya dia dipukuli oleh warga yang berada di lokasi kejadian,” kata Akbar.
Sementara itu, Rasyid berdalih bahwa bukan ia yang mencuri ponsel milik Akbar. Menurutnya, pada saat kejadian didekat korban berdiri ada seorang lelaki yang duduk lalu mengambilnya.

“Bukan saya yang mengambilnya, lelaki yang duduk di dekat saya tadi,” kilahnya.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan oleh anggotanya. (sripoku)